Monday, April 6, 2020

PROBEM SEKITAR BUDIDAYA MANGGA


SEBAB SEBAB MANGGA TIDAK BERBUAH

Menanam tanaman buah di pekarangan rumah memang menyenangkan, selain membuat udara sekitar bertambah sejuk hasilnya pun dapat kita konsumsi atau jual untuk tambahan penghasilan. Namun apa jadinya kalau tanaman mogok berbuah? Tentu saja hasil yang kita harap-harapkan tak akan kunjung tiba.

Nah, sebelum mencari tahu penyebab tanaman enggan berbuah ada baiknya kita ketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu tanaman agar dapat menghasilkan buah sesuai dengan yang diharapkan.

Syarat Tanaman Agar Cepat Berbuah

1. Sifat tanaman harus sudah kita kenal betul, apakah bibit yang kita tanam memang merupakan bibit tanaman unggul yang mampu berbunga. Artinya, bibit tanaman tersebut bukan merupakan bibit keturunan tanaman mandul.

2. Makro-klimat tanaman terpenuhi. Artinya, lingkungan tempat tumbuh tanaman harus memenuhi syarat, baik iklim, tinggi tempat, unsur hara, curah hujan, maupun sinar matahari. Unsur hara yang paling berperanan dalam proses pembungaan adalah unsur P (phosfor), oleh karena itu unsur ini harus betul-betul tersedia.

3. Mikro-klimat tanaman terpenuhi. Lingkungan di sekitar tanaman sehat dan memenuhi syarat hidup tanaman. Yang termasuk mikro-klimat antara lain keadaan kebun, keadaan air tanah, suhu, kelembapan udara, dan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit.

4. Keadaan tanaman harus sehat dan bebas dari serangan hama dan penyakit.

Setelah kita yakin benar bahwa tanaman buah-buahan kita telah memenuhi syarat-syarat di atas, maka kita bisa segera melakukan berbagai perlakuan untuk mempercepat terjadinya pembuahan. Misalnya dengan melakukan pemangkasan, pelukaan batang, pengairan, pemberian hormon, dan sebagainya. Tentu saja bibit yang kita tanam pun harus merupakan bibit hasil perbanyakan secara vegetatif (seperti: cangkokan, okulasi, stek dll).

Kegagalan Tanaman untuk Berbuah

Apabila ternyata tanaman yang kita miliki belum juga berbuah, tentu ada penyebab lain di luar syarat-syarat tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tanaman mogok atau gagal berbuah, yaitu:

1. Tanaman memang belum mencapai batas umur untuk berbuah. Batas umur untuk berbuah ini bergantung pada jenis tanaman itu sendiri.

2. Pemupukan dengan pupuk N (nitrogen) terlalu berlebihan, sehingga tanaman masih tumbuh terlalu lebat dan terlalu rimbun. Tajuk tanaman kurang mendapat cahaya matahari sehingga proses fotosintesis kurang menghasilkan karbohidrat, akibatnya penimpunan karbohidrat pun tidak maksimum sehingga bunga yang terbentuk sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

3. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang bunganya hanya bisa menjadi buah apabila ada pohon berbunga jantan yang tumbuh di dekatnya (misalnya pohon wuni, rukem, dan sebagainya).

4. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang berbuah bila bunganya mendapat sari bunga dari pohon yang sejenis, misalnya beberapa jenis pohon alpukat.

5. Tanaman menjadi mandul karena terjadinya mutasi gen.

6. Masaknya bunga jantan dan bunga betina tidak bersamaan waktunya. Akibatnya, sebelum terjadi pembuahan salah satu bunga telah gugur. Misalnya pada pohon kelapa.

7. Apabila tanaman buah-buahan kita telah berbunga lebat, tetapi pada akhirnya buah yang dinantikan tak juga kunjung muncul, ini dapat disebabkan oleh gugurnya bunga karena:

- kurangnya nitrogen dalam tanah,

- kurangnya air dalam tanah,

- batang bawah bibit hasil okulasi yang kurang baik,

- dan adanya serangan hama dan penyakit,

- hujan yang terlalu deras, angin yang terlalu kencang, kemarau yang panjang, dan sebagainya,

- penyemprotan pupuk daun yang tidak tepat waktunya. Dalam hal ini adalah penyemprotan yang dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga. Jadi sebaiknya penyemprotan tidak dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga.

Usaha Penanggulangan

Bila ternyata tanaman buah-buahan yang kita miliki tidak memenuhi syarat tanaman agar menghasilkan buah, sebaiknya kita segera melakukan usaha-usaha demi mengatasi hal-hal yang menjadi penyebab tanaman ngadat, tidak mau berbuah. Misalnya, tanaman buah-buahan yang telah kita tanam itu tidak sesuai dengan lingkungannya, iklim tidak cocok, curah hujan tidak sesuai, dan lain sebagainya, maka mau tidak mau tanaman tersebut harus dibongkar dan diganti dengan tanaman buah-buahan lain yang lebih sesuai dengan keadaan lingkungan.

Apabila tanaman milik kita termasuk jenis yang tidak menyukai banyak air, misalnya mangga, jambu biji, jambu monyet, maka jalan yang harus kita lakukan adalah mengadakan pembuangan air yang menggenanginya. Hal ini bisa kita laksanakan dengan membuat saluran yang cukup dalam di sekitar tanaman, sehingga bila turun hujan deras air tidak sampai tergenang.

Tanaman yang tumbuh terlalu subur dengan daun-daun yang lebat dan rimbun sebaiknya segera dipangkas dan dikurangi, terutama ranting yang membalik ke arah batang, begitu pula ranting yang tumbuh bersilangan. Sedangkan untuk mengurangi kesuburannya, bisa kita lakukan dengan jalan membuang kulit batang selebar lebih kurang 1 cm di sekeliling batang. Selain itu ada cara lain yang bisa kita lakukan, yaitu dengan memangkas sebagian akar. Ujung-ujung akar bisa dipotong dengan menggunakan singkup atau cangkul. Yang harus diperhatikan adalah bahwa akar-akar yang dipotong jangan sampai terlalu banyak, karena dikhawatirkan tanaman malah akan mati.

Untuk pangkal bawah yang kurang bagus, meskipun tanaman telah tumbuh baik tetapi bagaimanapun juga tanaman itu tetap harus dibongkar dan diganti dengan jenis pohon yang lebih cocok serta sesuai dengan batang atas. Begitu pula bila tanaman terserang hama dan penyakit yang dapat menyebabkan gugurnya bunga dan bakal buah. Masalah tersebut harus segera ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti penyemprotan insektisida, penyuntikan, dan sebagainya.

AGAR MANGGA CEPAT BERBUAH

Bagi yang ingin menanam atau mungkin telah mempunyai pohon mangga disekitar rumah namun sulit untuk berbuah, tips dibawah ini semoga dapat membantu agar pohon mangga cepat berbuah.
1. Pohon mangga menyukai tempat yang udara terbuka atau mengalir, jika tempat terlalu sempit atau terlalu banyak pohon yang saling berhimpitan, pohon mangga akan sulit untuk mengeluarkan bakalan kembang sebagai calon buah mangga.
2. Pohon mangga menyukai struktur kelembaban tanah yang sedang, sehingga tingkat kebasahan tanah harus diperhatikan, tanah yang terlalu banyak mengandung air cenderung merangsang tanaman untuk memproduksi daun. Jika tanah terlampau kering, biasanya bakalan kembang lebih mudah muncul namun jika kadar air dibiarkan terlalu sedikit maka pada saat kembang telah menjadi bakalan mangga maka akan mudah rontok. Pastikan saja kondisi kelembaban dengan tingkat sedang yaitu dengan pembuatan bedengan disekitar tanaman mangga, yang fungsinya untuk sanitasi air yang ada.
3. Pemupukan juga dapat dilakukan dengan memberikan unsur fosfor sebagai perangsang pembungaan dan kalium sebagai pengatur nutrisi sehingga bakalan buah tidak mudah rontok. Untuk selengkapnya tentang unsur-unsur pada pupuk silahkan baca artikel tentang pupuk disini.
4.Perhatikan keseimbangan dahan daun. Dahan daun yang terlalu rapat akan menyulitkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang masuk. Lakukan pemangkasan dahan yang sekirannya tidak berguna agar alur nutrisi yang dihasilkan oleh tanaman dapat difokuskan untuk produksi pembuahan.

PENYEBAB RONTOK BUNGA MANGGA
Pohon mangga merupakan pohon buah yang termasuk susah-susah gampang dalam penanganannya.Terkadang berbuah banyak, namun tidak jarang buahnya hanya sedikit sebagai akibat rontoknya bunga sebelum bunga tersebut terjadi proses pembuahan. Berikut ini merupakan penyebab rontoknya bunga mangga, sehingga dapat dicari jalan solusinya agar pohon mangga dapat berbuah maksimal.
1. Ini merupakan masalah umum yaitu pada saat bunga mekar, bunga tersebut kehujanan sebelum terjadi pembuahan. Sehingga bunga tersebut terjadi pembusukan. Pencegahan yaitu dengan cara memberikan bentangan plastik diatas pohon mangga tersebut untuk sementara waktu, namun kendalanya jika pohon terlalu besar tentu saja hal tersebut sulit dilakukan. Bisa juga dengan pemberian nutrisi tanaman untuk pembentukan bakal buah, namun tentu saja hasilnya tergantung kekuatan kembang tersebut terhadap air hujan yang menimpannya, karena air hujan mengandung asam.

2. Masih sekitar air yaitu pohon mangga kekurangan supply air sehingga proses metabolisme dalam pembuahan tidak maksimal dan bunga rontok dengan sia-sia. Kalaupun jadi bakal buah, maka selang beberapa minggu akan rontok pula. Solusinya yaitu atur kondisi kelembaban media tanam dengan melakukan penyiraman atau irigasi yang diatur karena irigasi yang terus menerus juga tidak baik buat akar tanaman.
3. Pohon mangga kekurangan pupuk untuk nutrisi buah, sehingga jika kembang cukup banyak maka pohon mangga akan menyesuaikan dengan kemampuan supply nutrisi yaitu dengan cara menggugurkan sebagian kembangnya. Berikan pupuk misalnya pupuk kandang yang cukup agar nutrisi tanaman tetap terjaga.
4. Kondisi lingkungan kurang baik dan sirkulasi udara tidak lancar. Perlu diketahui bahwa proses pembuahan bunga mangga dapat terjadi dengan bantuan serangga dan juga udara bebas yang membawa benangsari ke putik sehingga terjadi pembuahan. Kondisi lingkungan yang tertutup mengurangi daya tarik serangga untuk datang menghisap madu dan sekaligus proses pembuahan terjadi serta udarapun tidak mengalir sehingga benangsari rontok begitu saja.
5. Kondisi tanaman sedang terserang penyakit, biasanya semut ataupun cendawan daun. Semprotkan insektisida untuk serangga dan fungisida untuk sejenis cendawan atau jamur. Namun jangan terlalu sering karena bisa berpengaruh pada proses pembuahan pada kembang.

CARA MENGATASI PENYAKIT BUAH BUSUK PADA MANGGA
Perlu diketahui bahwa penyebab membusuknya buah mangga menentukan cara mengatasi agar pembusukan tidak terjadi atau minimal tidak menyebar kebuah yang lainnya. Cara-cara tersebut antara lain:
1. Secara pengetahuan umum oleh petani buah secara kebanyakan, jika terjadi pembusukan pada buah mangga maka solusinya biasanya yaitu petik buah mangga yang busuk dan buang. Cara ini cukup efektif namun kurang maksimal. Kekurangan tersebut yaitu: 
1.1 Jika pembuangan buah mangga yang busuk disekitar atau dibawah pohon  tersebut maka masih ada kemungkinan penyakit akan disebarkan oleh lalat yang hinggap kemudian terbang ke buah mangga yang masih sehat dan menyebarkan penyakit disitu.
1.2 Indikasi serangan penyakit terkadang tidak bersamaan, tergantung pada ketahanan buah dan masa inkumasi penyakit yang ditularkan sehingga bisa jadi buah mangga yang terlihat sehat namun sebenarnya telah dihinggapi bibit penyakit namun belum kentara perubahannya sehingga terlihat masih sehat.
1.3 Jika pohon mangga telah tumbuh dewasa dan tinggi, maka sudah pasti akan menyulitkan pada saat pemetikan buah yang busuk. Maka secara ideal, pertumbuhan pohon mangga yang banyak dikembangkan sekarang ada;ah pohon yang tumbuhnya melebar. Dengan bantuan pemotongan dahan keatas juga dapat membantu pertumbuhan pohon mangga secara melebar sehingga perawatan relatif mudah.
2. Cara kedua yaitu, Analisa penyebab terjadinya pembusukan. Gunakan cara pertama yaitu petik buah mangga yang busuk, selanjutnya perhatikan penyebab penyakitnya. Jika awal penyakit berupa titik berlubang maka penyakit berupa ulat yang disebarkan oleh serangga kupu-kupu atau lalat maka maka cara mengatasinya semprotkan insektisida pada seluruh permukaan pohon mangga, terutama dahan, daun dan buah. Namun jika penyakit berupa pembusukan dengan permukaan luas tanpa lubang mengarah ke dalam buah, penyebab penyakitnya berupa virus maka mangatasinya semprotkan bakterisida kedaerah seluruh tanaman (sama metodenya dengan penyemprotan insektisida).
3. Cara ini biasa digunakan oleh petani yang sudah professional yaitu dengan pengalaman bertahun-tahun maka pastikanlah penyakit yang biasanya menyerang buah mangga. dengan cara itu maka lakukan penyemprotan bakal buah (muncul calon buah yang masih sangat kecil) dengan obat pembasmi penyakit yang telah disesuaikan dengan penyakit yang biasa menyerang buah mangga. Walaupun harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi namun margin keuntungan tetap besar karena kemungkinan terjadi pembusukan lebih kecil.
Dari cara-cara diatas yang harus saya tekankan adalah, pastikan pada saat penyemprotan buah dilakukan jauh-jauh sebelum panen dilakukan, hal ini dimaksudkan agar pada saat buah dipetik, obat telah teruraikan oleh udara ataupun air hujan. Biasanya para tengkulak buah yang sudah berpengalaman akan mengetahui apakah kondisi buah layak untuk dikonsumsi langsung atau perlu di cuci dahulu.

MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI
Jika buah mangga sudah mulai ada yang busuk dan harus dibuang agar tidak menjalar ke buah yang lain maka hal ini jelas menyita waktu dan biaya. jika tidak dilakukan maka kerugian akan semakin besar bahkan mungkin akan gagal panen. oleh karena itu para petani mangga seyogyanya mencoba mengantisipasi dengan beberapa tips berikut.
i. sanitasi lahan, 
  sanitasi/kebersihan diperlukan terutama disekitar pohon agar lalat buah sebagai salah satu penyebab busuk buah tidak berkembang biak di sekitar pohon mangga sehingga menjadi endemik lalat buah sepanjang tahun
2. menekan populasi lalat buah
    pasang sex feromon atau metil eugenol untuk merangsang lalat buah jantan untuk mendatangi perangkap sehingga lalat buah betina tidak terbuahi dan mandul.
3. memelihara predator lalat buah
     lalat buah biasanya takut pada dua jenis semut, semut rangrang dan semut hitam. maka letakkan semut di pohon mangga atau rangsang agar semut itu mendiami pohon mangga dengan menggantung tulang dan sedikit daging. lebih lanjut baca link ini http://abi-maryam.blogspot.com/2012/09/mengenal-semut-rangrang.html
4. Memangkas dahan yang terlalu rimbun agar sinar matahari dapat tembus sehingga lalat buah tidak betah  dan tidak menyukai daerah sekitar pohon mangga yang terang dan tidak jadi bertelur.

CARA MEMUPUK POHON MANGGA YANG BENAR
Buah mangga merupakan jenis tanaman yang memerlukan nutrisi yang cukup agar terjadi proses pembungaan dan menghasilkan buah. Namun terkadang dalam proses pemupukan sering terjadi kesalahan dalam proses pelaksanaan sehingga hasil pemupukan tidak maksimal. Berikut ini merupakan cara memupuk yang baik tanaman buah mangga:

1. Buat bedengan mengelilingi tanaman. Pemupukan dengan hanya menaburkan pupuk disekitar tanaman tanpa dibuatkan bedengan maka pupuk yang larut pada saat dilakukan penyiraman arah alirannya tidak teratur dan belum tentu mengarah ke akar tanaman, terkadang hanya melalui permukaan tanah.
2. Perhatikan jangkauan serapan akar. Untuk jenis tanaman berakar tunjang seperti tanaman buah mangga, faktor posisi pemupukan sangat penting! Yaitu posisi terbaik peletakan pupuk adalah pada diameter luar batang tanaman yang terdapat daun. Kenapa posisi tersebut yang dipilih yaitu karena pada posisi tersebut merupakan wilayah perakaran tanaman yang melakukan penyerapan nutrisi yang paling baik.(untuk lebih jelasnya, perhatikan photo).
3. Gunakan pupuk yang mengandung Nitrogen (N) dan Phosfor yang cukup. Kegunaan Nitrogen (N) yaitu untuk merangsang pembungaan dan Phosfor digunakan untuk memperkuat calon buah agar tidak rontok. Pemupukan dengan jenis pupuk yang tidak mengandung dua unsur tersebut maka hasilnya tidak akan baik dan tanaman akan sulit berbunga.
4. Lakukan penyiraman berkala yang baik. Penyiraman merupakan syarat dasar agar tanaman dapat tumbuh dan berbuah. Penyiraman yang baik yaitu dengan memperhatikan kadar keasaman air yang digunakan dan juga tingkat kelembaban tanah yang akan disiram. Jika kondisi tanah sudah basah sebaiknya penyiraman tidak dilakukan agar tidak terjadi pembusukan akar tanaman.

AMPUTASI ATASI MANGGA MATI LAYU

pernahkah anda mengalami atau menyaksikan sebatang pohon mangga yang sedang bagus bagusnya pertumbuhan tiba tiba layu dan mengering total sampai ke akarnya dan mati? hal ini bisa diakibatkan oleh beberapa sebab, diantaranya, kekeringan sehingga tanaman tidak memiliki cukup air untuk diangkut ke daun sehingga daun mengalami kekeringan, selnya menciut, sehingga daun tidak bisa gugur. hal ini diperparah lagi karena kebutuhan air semakin meningkat sementara suplai air ke daun semakin menipis akibat kekeringan. hal ini seringkali terjadi dimusim kemarau panjang apalagi didaerah dengan kedalaman tanah yang dangkal. jika hal ini terjadi maka langkah yg paling ampuh dilaksanakan adalah mengurangi jumlah dahan dan daun sehingga air yang sedikit tercukupi untuk kebutuhan tanaman yang sudah dikecilkan dengan pemangkasan berat, sebaiknya dipangkas langsung dengan menyisakan batang utama satu meter dari tanah dan untuk sementara disungkup dengan plastik sampai tumbuh tunas baru. jangan lupa siram yang banyak.
jika layu disebabkan oleh karena penyakit akar seperti akar putih maka tanaman selain dilakukan langkah seperi diatas di atasi juga dengan menggunakan fungisida yang disiramkan ke pangkal akar.
jika penyebabnya sarang semut di pangkal akar maka gunakan insektisida dan siramkan ke sarangnya. yang perlu diperhatikan adalah gunakanlah dosis sesuai anjuran. karena jika dosis berlebihan maka bisa menyebabkan tanaman semakin merana dan mati.


Monday, April 9, 2018

PADI GALUR NALEUNG 01

Padi sebenarnya termasuk keluarga rerumputan. Namun dalam budidaya padi rumput merupakan gulma utama yang senantiasa dianggap mengganggu pertumbuahan tanaman padi. Untuk menghabisi rumput petani mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan dan semua itu mengakibatkan pembengkakan pada biaya produksi yang dapat mengurangi keuntungan pada hasil akhir produksi gabah.

Lalu bagaimana jika ada jenis padi yang mampu hidup berdamai dengan rerumputan atau gulma rumput? itu merupakan hal yang menggembirakan petani karena petani tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk memusnahkan rumput. Jika dikembangkan jenis padi yang mampu tumbuh pada lahan tanpa olah tanah dapat meminimalkan biaya produksi secara drastis. Selama ini biaya terbesar dalam budidaya padi adalah biaya olah tanah, biaya tanam dan biaya penyiangan.

Hal inilah yang memotivasi kami untuk menemukan jenis padi semacam ini. Alhamdulillah sudah ada generasi pertama yang kami beri nama Padi Naleung 01. ada beberapa jenis padi yang di sebar ke dalam rerumputan dan usaha mengumpulkan berbagai jenis padi yang tumbuh sendiri di dalam kumpulan tanaman rumput untuk ditanam ulang dan diuji secara berulang ulang.

kami terus berusaha menemukan jenis padi ini yang memiliki produktifitas tinggi dan tahan terhadap hama penyakit. mohon doa anda sekalian siapa saja yang membaca tulisan ini. Nantikan informasi lanjutan dari penelitian padi ini dimusim tanam berikutnya.

PADI OPLOSAN TAHAP I

Di dalam kurikulum sekolah menengah kejuruan bidang keahlian kelompok pertanian ada mata pelajaran indentifikasi tanaman khususnya tanaman pangan. Padi adalah tanaman pangan utama yang dikonsumsi oleh penduduk indonesia. Mempelajari berbagai jenis tanaman padi dan memahami karakteristiknya seperti potensi hasil dll menjadi sangat penting apalagi dengan mengingat SMK merupakan lembaga pendidikan menengah yang memiliki visi menciptakan tenaga ahli tingkat menengah yang mampu mengembangkan diri secara baik di masyarakat.

Jenis padi sangat banyak terutama padi galur disamping padi hibrida, varietas, dll. Untuk mengenal jenis jenis tanaman padi yang banyak beredar di masyarakat dalam waktu yang singkat dapat ditempuh dengan menanam tanaman padi dengan jumlah yang banyak dalam satu lahan dengan populasi yang seperlunya seperti ubinan atau bedengan.

Oleh karena itu kami dewan guru yang memiliki tanggungjawab itu mencoba menanam padi dengan pola tanam yang terdiri dari beragam jenis tanaman padi dalam satu lahan sehingga siswa SMK pertanian dapat dengan mudah mengidentifikasikan jenis jenis tanaman padi dan membandingkan dengan padi yang lain. Untuk memudahkan siswa mengingat kami menyebutnya padi oplosan.

Berikut ini kami akan menanam beberapa jenis padi galur lokal
1. Padi Merbok
2. Padi Sigupai
3. Padi Bintik 1
4. Padi Naleung 1
5. Padi Kabir 6
6. Padi Satria 9
7. Padi CM 200K
8. Padi Abung Mahakam Ulu
9. Padi Diamond
10. Padi Toyo Arum
11. Padi Kalina
12. Padi Malaka
13. Padi CM 76
14. Padi M70D
15. Padi MSP 1 Modif
16. Padi Trisakti
17. dll

PADI M70D BISA PANEN PADA UMUR 70 HARI

Teknik budidaya padi M70D ini tidak  berbeda dengan budidaya padi pada umumnya. Namun disini saya menyampaikan cara tanam padi untuk mencapai produksi yang baik berdasarkan pengalaman penulis sendiri. Mudah2an bisa bermanfaat bagi petani atau pembaca sekalian. Singkat saja, berikut ini adalah beberapa catatan yang bisa saya paparkan

1.          Olah tanah sampai matang, rata dan bebas gulma.
2.          Buatkan parit di sekeliling pematang dan setiap 10-15 barisan padi.
3.          Tanam Benih umur 15 – 20 hari setelah semai.
4.          Gunakan pola tanam  Jajar Legowo 2:1 dengan jarak tanam dalam barisan rapat (7-10 cm)
5.          Gunakan pupuk dasar organik 400 s/d 500 kg/Ha setiap musim tanam sebelum olah tanah.
6.          Gunakan pembenah tanah seminggu sebelum tanam
7.          Gunakan pupuk dasar SP-36 sebelum tanam 100 Kg/Ha.
8.          Gunakan pupuk urea  100 kg/Ha, KCL 25 kg/Ha,  7 hst (hari setelah tanam).
9.          Jaga ketinggian air di sawah -+ 3 cm selama 3 – 5 hari untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma.
10.      Gunakan pupuk urea 100 kg/Ha, KCL 25 Kg /Ha, 21 hst.
11.      Gunakan pupuk ZA 50 Kg/Ha, KCL 25 Kg/Ha, Karbofuran 4-5 kg/Ha, 35 hst.
12.      Spray Pupuk Organik Cair bersama pupuk pelengkap (unsur mikro) setiap 10 hari sekali atau 2 minggu sekali masa vegetatif.
13.      Gunakan Pestisida Biologi NASA Natural BVR (Beauveria Bassiana) untuk mengendalikan Hama serangga, Corrin dan Glio untuk mengendaliakan bakteri dan jamur
14.      Penggenangan air sampai  5 cm selama masa pembungaan dan pengisian bulir, jika ketersediaan air terbatas lakukan penggenangan dan pengeringan secara rutin.
15.      Pengeringan lahan 10 hari sebelum panen pada umur padi 90 hst.
16.      Panen dilakukan setelah bulir matang sempurna dan daun bendera sudah menguning.
17.      Jangan lupa berdoa. Usaha tanpa disertai doa sia-sia.
18.      Ambil padi untuk benih sendiri minimal 3 meter dari pinggir pematang dan pilih yang paling bagus malai nya atau paling banyak bulirnya.
19.    Selamat bekerja semoga sukses.
20. Lihat video padi ini klik disini



Sunday, March 11, 2018

PADI GALUR CBD 04 ASAL ACEH 10 TON / HA

TEKNIK BUDIDAYA PADI GALUR 
CBD-04

Teknik budidaya padi galur CBD 04 ini tidak  berbeda dengan budidaya padi pada umumnya. Namun disini saya perlu menyampaikan tata cara tanam padi ini untuk mencapai produksi 10 ton per hektar berdasarkan pengalaman penulis sendiri. Mudah2an bisa bermanfaat bagi petani atau pembaca sekalian. Berhubung saya sangat sibuk dan agenda kerja harian saya yang cukup padat sehingga tidak sempat menyusun kalimat indah untuk menghibur para pembaca sekalian. Berikut ini saya hanya menuliskan beberapa catatan saja.

1.  Olah tanah sampai matang, rata dan bebas gulma.
2.  Buatkan parit di sekeliling pematang dan setiap 10-15 barisan padi.
3.  Tanam Benih umur 15 – 20 hari setelah semai.
4.  Gunakan pola tanam  Jajar Legowo 2:1 dengan jarak tanam dalam barisan rapat (7-10 cm)
5.  Gunakan pupuk dasar organik 400 s/d 500 kg/Ha setiap musim tanam sebelum olah tanah.
6.  Gunakan pembenah tanah seminggu sebelum tanam
7.  Gunakan pupuk dasar SP-36 sebelum tanam 100 Kg/Ha.
8.  Gunakan pupuk urea  100 kg/Ha, KCL 25 kg/Ha,  7 hst (hari setelah tanam).
9.  Jaga ketinggian air di sawah -+ 3 cm selama 3 – 5 hari untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma.
10. Gunakan pupuk urea 100 kg/Ha, KCL 25 Kg /Ha, 21 hst.
11. Gunakan pupuk ZA 50 Kg/Ha, KCL 25 Kg/Ha, Karbofuran 4-5 kg/Ha, 35 hst.
12. Spray Pupuk Organik Cair bersama pupuk pelengkap (unsur mikro) setiap 10 hari sekali atau 2 minggu sekali masa vegetatif.
13. Gunakan Pestisida Biologi NASA Natural BVR (Beauveria Bassiana) untuk mengendalikan Hama serangga, Corrin dan Glio untuk mengendaliakan bakteri dan jamur
14. Penggenangan air sampai  5 cm selama masa pembungaan dan pengisian bulir, jika ketersediaan air terbatas lakukan penggenangan dan pengeringan secara rutin.
15.  Pengeringan lahan 10 hari sebelum panen pada umur padi 90 hst.
16.  Panen dilakukan setelah bulir matang sempurna dan daun bendera sudah menguning.
17.  Jangan lupa berdoa. Usaha tanpa disertai doa sia-sia.
18.  Ambil padi untuk benih sendiri minimal 3 meter dari pinggir pematang dan pilih yang paling bagus malai nya atau paling banyak bulirnya.
19.  Selamat bekerja semoga sukses.




Tuesday, March 1, 2016

MODERNISASI BUDIDAYA PADI DENGAN HIDROPONIK

Petani adalah pejuang yg menjadi ujung tombak swasembada pangan khususnya untuk komoditas padi. Sebagai pejuang ketahanan pangan negara, petani patut disejajarkan dengan para prajurit TNI. Prajurit yang siap bertempur memproduksi padi untuk program swasembada. Coba bayangkan kalau tidak ada petani kita mau makan apa? Mau import dari luar negeri bisa jadi suatu saat harganya tinggi dan negara tidak sanggup membeli, mungkin kita akan mati kelaparan. Negara pun barangkali akan hancur berantakan, bahkan tentara tidak bisa berperang jika tidak makan.
Ketahanan pangan tidak kalah penting dengan ketahanan negara makanya sekarang para tentara ikut membantu di sektor pertanian menjadi pendamping petani bahu membahu bersama penyuluh pertanian. Pemerintah telah banyak berbuat untuk terus mencari solusi agar usaha pertanian di Indonesia terus bergerak maju. Walau usaha sudah maksimal dilakukan namun produksi padi kadangkala menurun dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri pemerintah terpaksa harus mengimpor juga beras dari negara lain.
Banyak hal yang menyebabkan produksi padi naik turun, diantaranya serangan hama penyakit, perubahan iklim, sistem irigasi yang belum memadai, teknologi yang masih langka,  dan mahalnya biaya produksi.
Serangan hama penyakit dapat diatasi dengan meningkatkan kinerja para penyuluh yang menjadi pendamping petani di lapangan. Sistem irigasi juga harus segera dibenahi dengan membangun waduk-waduk baru, dan berbagai teknologi alat mesin pertanian juga perlu ditingkatkan dengan distribusi yang merata ke setiap kelompok tani sehingga diharapkan dapat menekan biaya produksi.
Kata kunci permasalahan dalam produksi padi sebenarnya ada pada biaya. Jika biaya produksi meningkat dan tidak disertai dengan peningkatan hasil maka otomatis keuntungan akan semakin kecil, efeknya  petani tidak bergairah dalam bercocok tanam. Jika harga padi naik maka sebaliknya yang menjadi khawatir adalah konsumen, konsumen dengan daya beli yang rendah karena masih berada di bawah garis kemiskinan yang senantiasa harus membeli beras untuk kebutuhan pokok keluarga mereka.
Ibarat buah simalakama, harga beras naik petani untung sementara konsumen mengeluh sebaliknya harga beras turun konsumen aman sementara petani terkapar. Salah satu cara yang dapat ditempuh pemerintah adalah dengan menekan biaya produksi sekecil mungkin sehingga walau harga padi tidak naik petani masih dapat menikmati hasil jerih payahnya dan konsumen tidak gelisah.
Selama ini yang telah dilakukan pemerintah untuk menekan biaya produksi adalah dengan membagikan pupuk kepada petani dan subsidi pupuk terutama pupuk urea dan NPK. Harus diakui bahwa petani sangat terbantu.ibarat kita sedang menempuh perjalanan di padang pasir yang luas dan kehausan tiba-tiba datang seseorang memberikan segelas air putih sungguh kita sangat bersyukur walau sebenarnya air segelas itu tidak sepenuhnya bisa menghilangkan dahaga.
Dalam kondisi seperti inilah sistem ijon berjaya di beberapa daerah, dimana padi dijual sebelum tanaman panen dengan harga sangat rendah yang sudah jelas merugikan petani. Selain ijon juga bermunculan para tengkulak memanfaatkan situasi dengan membiayai ongkos produksi, sebagai imbalannya petani harus menjual padi kepada tengkulak dengan harga yang ditentukan sepihak yang jelas tidak menguntungkan petani bahkan tidak jarang ada petani yang harus “nombok” karena terlilit hutang akibat dari gagal panen. bahkan pernah terjadi, petani sampai bunuh diri karena tidak saggup membayar hutang kepada tengkulak.
Permasalahan lainnya adalah kontribusi dari teknologi alat mesin pertanian. Teknologi bajak sawah, teknologi potong padi serta teknologi perontok bahkan sekarang teknologi potong padi digabung dengan perontok padi dan entah apalagi teknologi yang akan muncul kedepan tidak secara signifikan menekan biaya produksi melainkan hanya mempercepat proses produksi dan mengambil alih fungsi tenaga kerja manusia. Di beberapa daerah teknologi sulit diterapkan karena ditolak oleh masyarakat terutama masyarakat yang mengambil peran sebagai tenaga kerja dalam usahatani padi.
Teknologi ala mesin pertaniantan barangkali tepat diterapkan kepada petani kaya yang memiliki lahan yang luas sehingga untuk menekan biaya tenaga kerja diperlukan tenaga mesin berteknologi. Di indonesia petani rata-rata tidak memiliki lahan, mereka adalah buruh tani, petani gurem yang memiliki lahan sedikit atau harus membayar sewa kepada pemilik lahan walaupun gagal panen. Penerapan teknologi alat mesin pertanian dalam proses produksi tidak memberikan kontribusi terhadap keuntungan usahatani mereka, sebaliknya justru akan meningkatkan biaya produksi dimana fungsi mesin seharusnya masih dapat dilakukan dengan tenaga petani itu sendiri.
Fenomena mekanisasi ini ironis, petani sudah manja menggunakan mesin untuk mempercepat proses produksi kemudian setelah proses produksi selesai petani duduk santai di warung kopi  tidak bekerja menunggu masa tanam berikutnya.
Modernisasi Budidaya Padi
Modernisasi adalah proses perubahan dari cara cara tradisional ke cara cara baru yang lebih maju dalam rangka untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Jika teknologi yang ada sekarang berupa mesin pertanian tidak membawa peningkatan terhadap kwalitas hidup petani maka teknologi tersebut belum bisa disebut modern. Berarti sebaliknya apabila teknologi yang digunakan sederhana saja namun memberikan kontribusi besar bagi keuntungan petani dalam usahatani merekalah yang lebih tepat disebut sebagai modern. Petani modern adalah petani yang selalu berupaya dengan tenaga dan fikirannya serta berbagai inovasi yang ada untuk mencapai produksi pertanian tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya namun mampu menjadi lahan pertaniannya sebagai lahan bisnis mereka yang lebih maju.

Sebagaimana yang telah dibahas diatas, keuntungan yang besar sangat terkait dengan biaya produksi yang sekecil-kecilnya atau biaya produksi yang besar akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar lagi. Teknologi yang memenuhi kriteria modern adalah teknologi yang mampu menekan biaya sekecil mungkin sehingga mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya walau berapapun harga jual dari produk pertanian tersebut.
Salah satu solusi cerdas yang paling dapat menekan biaya produksi budidaya padi adalah sistem budidaya secara hidroponik. Mungkin kedengaran aneh karena kita masih jarang melihat orang Indonesia menanam padi dengan media hidroponik namun tidak dengan beberapa negara lain seperti Inggris sudah melaksanakan teknik hidroponik sejak lama bahkan sudah booming disana sejak tahun 1973, memproduksi selada secara besar-besaran untuk dieksport ke negara-negara di Eropa. Bahkan Jepang sudah sangat canggih, menanam sistem hidroponik dengan rak bersusun dalam green house, bahkan padi ditanam di dalam ruangan menggunakan bantuan cahaya dari lampu growlight.
Teknik budidaya tanaman dengan sistim hidroponik tidak menggunakan media tanah, hanya menggunakan air yang telah diberi nutrisi dan diukur konsentrasinya dengan alat digital sederhana seharga tidak lebih dari 200 ribuan rupiah. Untuk budidaya padi membutuhkan air dengan nutrisi 1500 -2000 ppm(satu tetes nutrisi per sejuta tetes air) atau 3 – 3,5 EC.
Wadahnya bisa dibuat dari bahan plastik seperti pipa PVC minimal 3 inci atau untuk lebih hemat gunakan botol air mineral bekas ukuran 1,5 liter yang disambung dan diletakkan lanskap/rebah pada rak yang sedikit miring agar air mengalir dan tidak tumpah. Berikan lubang sebesar mulut netpot yang terbuat dari gelas air mineral bekas yang telah diberi lubang lubang kecil di bagian bawah untuk keluar akar padi. Pipa PVC atau rangkaian botol air mineral bekas yang disusun secara kontinu membentuk usus berawal dari tandon penyimpanan nutrisi dan kembali lagi ke tandon. Fungsi pipa PVC atau botol air mineral bekas adalah sebagai tempat mengalirnya air nutrisi dimana tanaman padi tumbuh. Tanaman padi ditanam didalam netpot yang telah diberi lubang dibawahnya dan menggunakan media arang sekam yang dapat diperoleh di kilang padi terdekat. Air nutrisi dipompa dengan menggunakan pompa aquarium sebesar 40 watt saja dan menggunakan timer seharga 200 ribuan rupiah saja sehingga air hanya mengalir 15 menit setiap 2 jam pada siang hari atau total hanya 2 jam sehari mengosumsi listrik sebesar 40 watt.
Keuntungan budidaya padi dengan sistem hidroponik adalah menghapus biaya sebagai berikut, pertama, Biaya pengolahan tanah, karena tidak menggunakan media tanah. Kedua, Biaya penanaman, benih sudah langsung disemai ke netpot. Ketiga, Biaya pemupukan, hanya menggunakan nutrisi dengan dosis sangat rendah dalam ukuran ppm. Keempat, Biaya penyiangan, tidak diperlukan karena tidak tumbuh gulma. Kelima, Biaya pemotongan, pengangkutan dan mesin perontok, karena tinggal ambil saja netpotnya sekalian dan dirontokkan seperlunya dan bisa diteruskan lagi esok hari tanpa harus menggunakan mesin perontok hanya dihempas pada sebuah batu dalam tikar.
Keenam, dengan sistim hidroponik, padi bisa ditanam 4 – 5 kali setahun nonstop karena masa pembibitan terpisah dengan masa pembesaran. Jika umur padi 120 hari maka masa padi hidup di pipa cuma 75-90 hari saja. Hari ini panen maka pada hari ini juga bibit padi yang sudah siap bisa langsung mengisi pipa yang sudah kosong.
Ketujuh, masyarakat yang berprofesi non petani seperti pegawai, pedagang, dokter, polisi tentara, nelayan dan kelompok profesi lainnya, dapat menanam padi karena dengan sistim hidroponik tidak menyita waktu yang banyak, penyemaian dan penanaman dapat dilakukan di malam hari secara bertahap, pemupukan, dan lain lain serta pengairan dengan menggunakan pengatur waktu digital.
Selain itu budidaya secara hidroponik tidak terpengaruh dengan iklim, tidak kenal musim kemarau karena sangat hemat air. Aman dari hama keong dan hama tikus.
Kekurangan sistim hidroponik pada tanaman padi adalah biaya awal perakitan pipa PVC yang relatif besar sehingga petani kecil tidak mampu melaksanakannya kecuali petani memakai alternatif menggunakan wadah dari botol air mineral bekas dan jika petani menanam 1 Ha dengan jumlah tanaman 200.000 rumpun maka sulit menyediakan botol air mineral sebanyak 200.000 botol.
Namun demikian, solusi mesti ada, seperti kata bijak, jika ada kemauan pasti ada jalan. Sistim hidroponik ini tidak dianjurkan dilaksanakan di  lahan sawah namun dilahan tidur yang tidak produktif, diatas kolam budidaya ikan, atap rumah dan toko, dll. Dengan sistim budidaya padi secara hidroponik ini, masyarakat yang memiliki modal besar dapat ambil bagian ikut seerta memproduksi padi untuk menyukseskan program swasembada. Bahkan Masyarakat yang tidak punya modal tapi ingin ambil bagian memproduksi padi secara hidroponik sangat dimungkinkan dengan peran pemerintah yang masuk disini untuk membantu modal baik itu dalam bentuk pinjaman atau dalam bentuk hibah. 
Modal awal memang besar namun itu hanya sekali saja selanjutnya bisa anda bayangkan 4 kali panen nyaris tanpa biaya lagi kecuali nutrisi hidroponik yang bisa dengan mudah didapat di setiap Kabupaten di Aceh dengan biaya yang sama jika menggunakan pupuk anorganik seperti pada budidaya padi di lahan sawah.

Jika semua orang dan tidak hanya petani sudah dimungkinkan untuk menanam padi melalui teknologi budidaya padi secara hidroponik, insyaAllah swasembada beras akan mudah dicapai bahkan bisa surplus dan bisa di eksport ke luar negeri. Semoga terlaksana.

Saturday, February 6, 2016

MENANAM PADI DI KOLAM TERPAL


Tanaman padi merupakan tanaman pangan utama, kebutuhan beras semakin tinggi diiringi dengan semakin pesat pertambahan penduduk dunia. produktifitas tanaman padi sangat gencar di tingkatkan  oleh berbagai negara terutama negara agraris seperti indonesia. baik secara intensifikasi dengan berbagai adopsi teknologi baik modern maupun teknologi tepat guna yang sederhana. inovasi terus dikembangkan tanpa henti dengan maksud terus meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan penduduk dunia. setiap negara menargetkan untuk kebutuhan dalam negeri atau yang lebih terkenal dengan istilah swasembada pangan sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tidak perlu mengimpor dari luar negeri.
Bisa dibayangkan jika semua negara gagal mencapai swasembada padi sebagai sumber pangan utama di negaranya maka negara yg tidak mencukupi pangannya akan kewalahan memberi makan warganya. maka tak heran sekarang berbagai negara sangat gencar melakukan riset untuk menemukan sumber pangan alernatif yang bisa diproduksi secara cepat selayaknya padi. pernah kita mendengar adanya inovasi budidaya talas, umbi umbian lainnya seperti ketela, singkong dan lainnya.

Namun demikian usaha memperluas areal penanaman padi atau dengan istilah kerennya ekstentifikasi pertanian mutlak harus dilakukan. Dari sini saya terbersit sebuah ide selain memperluas areal tanam ada baiknya juga membangunkan kembali lahan yang tidur tanpa membutuhkan biaya yang besar seperti pembangunan irigasi dengan dana trilyunan sebaliknya dapat dilakukan dengan secara swadaya masyarakat dan cukup menguntungkan. ide ini timbul ketika melihat kolam terpal dan sistim mina padi.
mina padi adalah budidaya terpadu antara budidaya padi dan pemeliharaan ikan dalam satu lahan sehingga produktifitas lahan meningkat. kotoran yang dihasilkan ikan akan memberikan tambahan pupuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi dan ikan juga dapat mengurangi kompetitor dari tanaman gulma dan beberapa serangga juga sehingga dapat mengurangi biaya penyiangan dan pestisida.

Mina padi dilakukan pada lahan yang rendah dimana air berlimpah menggenangi padi. jika kedua nya dipadu yakni mina padi dilakukan di kolam terpal maka sebaliknya mina padi dapat dilakukan pada lahan yang kekurangan air bahkan daerah tadah hujan bahkan bisa dilakukan pada musim kemarau.
Bagaimana proses menanam padi di kolam terpal? ini dia

buat wadah kolam dari plastik terpal kemudian isi tanah secukupnya, berikan pupuk dan tanam padi beserta ikan.

Dengan sistim tanam padi di kolam terpal ini bisa menambah jumlah area tanam padi dan tidak dibatasi oleh syarat lahan untuk tanaman padi seperti ketersediaan sarana irigasi, struktur tanah yang mampu menahan air, dan lain sebagainya. Menanam padi di kolam terpal ini cukup praktis, bahkan bisa dilakukan di atas gedung seperti memanfaatkan lantai toko paling atas, lahan tidur terbuka, lantai semen, halaman berbatu, bukit batu dan lain sebagainya.

Selamat Mencoba.






BUDIDAYA GREEN PAKCHOI SECARA HIDROPONIK




Semai benih dalam media rockwool atau arang sekam plus cocopeat agar tidak rusak akar bibit ketika disapih ke netpot. seperti pada gambar dibawah ini

Penanaman atau penyapihan ke dalam netpot dapat dilakukan setelah bibit mengeluarkan 4 daun namun demikian bibit juga dapat di sapih ketika bibit masih berumur 3 hari setelah semai (hss) asalkan dilakukan dengan hati hati tanpa merusak akar bibit tanaman.bibit diambil dengan sendok makan sekalian diangkat dengan sedikit media arang sekam ke dalam netpot. jika anda menyemai didalam media Rockwool maka tidak ada masalah jika di sapih pada umur 3 hss.

Perawatan dilakukan seperti biasa seperti perawatan pada tanaman yang ditanam secara organik pada media tanah.

Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur 30 hari. jika panen untuk konsumsi pribadi maka lakukanlah panen secara bertahap daun per daun dan tanaman akan terus hidup sampai mengeluarkan bunga. jika anda ingin mendapatkan biji maka peliharalah samapai produksi biji sempurna.

Selamat mencoba. semoga sukses.


BUDIDAYA BAYAM MERAH SECARA HIDROPONIK


Benih bayam merah dapat dibeli di toko pertanian, jika di daerah anda tidak ada maka carilah informasi dari sosial media terutama facebook atau jika anda berani bisa beli di online shop seperti tokopedia, dll.

Benih bayam mudah tumbuh dimedia mana saja, untuk budidaya secara hidroponik sangat dianjurkan menggunakan media yang ketika di sapih tidak rusak akar bibit seperti media rockwool (RW) atau sekam bakar yang dicampur dengan cocopeat. jika anda tidak ingin repot menyiramnya seiap hari boleh anda alasi keranjang semai dengan wadah yang dapat menampung air seperti pada gambar dibawah ini. 

Tanam bayam merah ketika sudah memiliki daun 4 lembar atau 10 hari setelah semai (hss) ke dalam netpot berisi arang sekam. jika anda menyemai pakai media rockwool maka tidak perlu pakai sekam langsung potong seperlunya dan leakkan ke netpot dan anda dapa menambahkan kain flanel sebagai penghubung antara netpot dengan larutan nutrisi jika nurisi tidak langsung menyentuh netpot.

Lakukan pemeliharaan sebagaimana biasa, berikan nutrisi sesuai petunjuk seperti ini-Tanam benih pada media arang sekam dan cocopeat perbandingan 1:1- Siram media semai dengan nutrisi 200 ppm- Pindahkan bibit ke dalam netpot setelah berumur 15 hari setelah semai dan tempatkan pada rak hidroponik dengan nutrisi 400 ppm sampai dengan 600 ppm- Tambahkan kepekatan nutrisi sampai dengan 800 ppm pada umur tanaman 12 hari setelah tanam- Kepekatan nutrisi diukur mengguanakan alat TDS meter- Tambahkan kepekatan nutrisi mencapai 1600 ppm sejak memasuki umur 16 hari setelah semai - Pada umur 60 hari Bayam sudah dapat dipanen.
Panen dapat dilakukan jika daun sudah maksimal ukurannya atau bisa juga dipanen jika sudah kepingin masak, suka suka gak ada aturan tapi jika mau menggoreng sebagai keripik sebaiknya tunggu sampai daun agak keras atau kaku seperti pada gambar di bawah ini
Sisa panen berupa batang dapat dipelihara lagi selain dapat mengeluarkan unas dan daun baru juga menghasilkan bunga yang apabila sudang matang dapat dikeringkan untuk dijadikan benih lagi. Jemur sampai kering kemudian diremas remas dan dipisahkan bijinya

selamat mencoba. 


Friday, February 5, 2016

CARA STEK TANAMAN TIN / ARA



Tanaman TIN sangat mudah di perbanyak dengan cara cangkok dan stek. untuk cangkok mungkin semua masyarakat sudah sangat paham. namun secara stek mungkin belum semua mengerti dan berani melakukan apalagi mengingat tanaman yang tersebut dalam kitab suci ummat Islam Al-Qur'an ini tergolong mahal untuk jenis tertentu. Berikut cara stek tanaman tin / ara yang dapat anda ikuti semoga bermanfaat.

1. Potong batang / dahan tin sepanjang 10 cm, rendam dalam larutan perangsang akar selama sesuai anjuran masing masing produk perangsang yang digunakan, semprot bahan tanam berupa stek dengan fungisida dengan dosis anjuran.

2.  Siapkan media tanah gembur dan subur dengan aerasi yang baik, hindari media yang menggenang air dengan sirkulasi udara yang buruk, bisa coba media seperti di bawah ini:

media tanah top soil + sekam padi dengan komposisi 2 : 1
media tanah endapan sungai + sekam padi + kompos(pukan) dengan komposisi 3 : 2 : 1
media tanah merah / galian gunung + kompos(pukan) + sekam padi dengan komposisi 2 : 1 : 2 dll.

3.  Masukkan media tanam ke dalam polibag ukuran 20 x 25 cm dan benam stek tanaman tin sedalam 5 cm dan padatkan tanah di sekitar stek agar tidak goyang. siram secukupnya  dan semprotkan fungisida sesuai dosis anjuran.

4.  Sungkup dengan plastik kedap udara, ikat bagian bawah dengan karet gelang untuk menghindari penguapan berlebihan.

5.  Ttempatkan di lokasi yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

6.  Lepas sungkup setelah 3 minggu dan usahakan stek tidak mengalami pergeseran karena akar yang baru keluar masih rawan patah atau putus. pindahkah tanaman baru tersebut setelah berumur 1,5 - 2 bulan untuk memperkenalkan sinar matahari langsung agar pertumbuhannya optimal serta lakukan perawatan dan perhatian intensif selama 3 bulan pertanama seperti pengendalian hama penyakit, pemupukan melalui daun seminggu sekali dengan dosis rendah dan penyiraman, dll

selamat mencoba


MENANAM PADI SISTEM TABELA

Menanam padi dengan sistem tanam benih langsung atau tabela agak berbeda dengan tabela pada jagung. pada budidaya jagung tabela tidak diperlukan pengolahan tanah sebaliknya pada budidaya padi tabela justru membutuhkan pengolahan tanah yang sempurna selayaknya olah tanah yang dilakukan pada lahan pembibitan padi. jika anda punya lahan 1 Ha maka 1 Ha pula lahannya akan di tabur benih padi dengan jarak anam tertentu. Biasanya lahan akan ditumbuhi gulma lebih banyak sebelum padi tumbuh besar, hal ini perlu diantisipasi dengan membasmi gulma secara tuntas dan berulang sampai gulma mati sampai ke akarnya.setelah gulma habis baru dilakukan penaburan benih sesuai dengan jarak tanam yang telah ditentukan.

Pemeliharaan intensif perlu dilakukan selama 30 hari dari gangguan hama penyakit terutama hama keong mas yang menyerang bibit pada masa awal pertumbuhan. Hama keong mas tidak perlu diberantas namun dikendalikan dengan membuat parit genangan air di sekeliling pematang dan beberapa tempat antara bedengan persemaian padi sebagaimana pada sistem budidaya padi dengan jarak tanam jajar legowo. Air diusahakan tidak menggenang seluruh areal bibit karena keong akan berdiam diri di selokan atau parit yang tergenang air. setelah umur bibit sudah mencapai diatas 30 hss maka ketinggian air dari permukaan tanah dapat dinaikkan beberapa centimeter agar keong mas memakan gulma yang tumbuh dan biasanya padi sudah tidak akan disantap. Perawatan lain sama seperti biasa pada sistem budidaya padi pada umumnya.

Keunggulan sistem budidaya padi tabela ini dapat mengurangi biaya penanaman dan penyiangan. Panen diperkirakan lebih cepat karena pertumbuhan tanaman lebih cepat, tidak terhambat akibat proses penyapihan dan penanaman sehingga dapat hasil panen yang seragam,  karena batang yang mengeluarkan malai seumuran dan serentak. Pada budidaya padi tabela ini tidak mengharapkan muncul tunas baru untuk meningkatkan produksi karena ketika menyemai sudah diperkirakan banyaknya benih yang ditebar dengan jarak tertentu, jikapun mengeluarkan tunas tidak akan selamat dari santapan keong mas yang dari awal memang dikendalikan untuk menjadi mitra membasmi gulma.
kekurangannya adalah lahan perlu disiapkan secara total dan tidak bisa bertahap dan sulit mengatur suplai air untuk mengendalikan hama keong jika lahannya tidak memiliki sistem irigasi yang baik. keong mas yang rencananya dijadikan mitra malah balik menyerang padi sehingga senjata makan tuan malah yang terjadi.

Bersambung........




Friday, January 15, 2016

MENYEMAI JABON DI MEDIA ROCKWOOL SECARA HIDROPONIK


Jabon adalah sebuah pohon yang tumbuh di wilayah Asia. Pohon ini terdapat di wilayah Asia Selatan hingga Papua. Di Indonesia pohon ini juga dikenal sebagai jabun, kelampayan, empayang, worotua. setiap wilayah memiliki nama yang berbeda beda seperti di daerah Aceh tanaman kayu ini disebut pohon seribu naik

Jabon adalah tanaman kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dibandingkan dengan tanaman kayu lain pada umumnya. Jabon termasuk famili Rubiaceae, mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 - 1000 meter dari permukaan laut, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab yang umum terdapat di sepanjang sungai yang ber aerasi baik.

Tanaman jabon bisa dipanen pada umur 4 - 6 tahun sejak tanam dilahan dengan lingkar batang mencapai 150 cm atau diameter 40 cm - 50 cm, setiap tahun tanaman ini mampu tumbuh dengan diameter 5 -10 cm. Bentuk tajuk tanaman jabon seperti payung dengan sistem percabanagan melingkar, daunnya tidak lebat, batang lurus silindris dan tidak berbanir dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus.
Batang jabon bebas cabang 60% dari keseluruhan tingginya, cabang rontok sendiri. warna kayunya putihkrem sampai sawo kemerah merahan. kayu ini banyak dimanfaatkan untuk industri furniture, kayu lapis, papan, bahan pembuat kertas, kayu profil dll.

Jabon Benih jabon sangat kecil hampir menyerupai debu namun jika diraba terasa butirannya. sebagaimana yang telah sama sama kita maklumi bahwa menyemai jabon tak seindah menyemai bayam apalagi sawi. seringkali jika media tidak cocok benih akan segeara menemui ajalnya. terlalu lembab jangan, terlalu kering jangan, terlalu gelap jangan, terlalu terbuka jangan, akhirnya ya yang sedang sedang saja.... macam lagu dangdut saja. sehingga jika tidak sabar cepat membuat orang kapok nanam jabon.

Pada prinsipnya benih jabon membutuhkan media yang basah namun tidak kebanjiran dan steril. syarat tersebut sangat cocok dengan sifat rockwool. tanpa tunggu lama lama mari kita coba semai jabon di rockwool yuk. walau ini masih percobaan namun demikian supaya orang orang cepat mengetahui cara ini maka ada baiknya kita beberkan segera walau belum pasti apakah akan berhasil karena saya berprinsip tidak hanya keberhasilan yang perlu di share yang gagalpun kadang tidak kalah pentingnya di share karena semua itu akan memperkaya khazanah keilmuan walaupun dalam hal kecil.

selamat mencoba.









Wednesday, January 13, 2016

CARA MEMBUAT ARANG SEKAM

cara membuat arang sekam ada beberapa model diantaranya seperti dibawah ini

model 1

sediakan kaleng bekas apa saja atau seng yang di gulung dan beri lubang lubang dengan parang

tumpuk sekam padi di sekeliling kaleng tadi dan jika terlalu banyak susun kaleng lagi diatas kaleng yang di bawah kemudian masukkan beberapa lembar kertas yg telah di bakar ke dalam kaleng untuk memanaskan kaleng selanjutnya kaleng akan memanaskan sekam sehingga terjadi pembakaran. pada prinsipnya kaleng tersebu berfungsi sebagai corong asap dan suplai udara sehingga terjadi proses pembakaran yang sempurna.

jika semua sudah menjadi arang jangan lupa di siram dengan air sambil di balik balik agar air bisa merata membasahi arang sekam supaya tidak terbentuk lagi api dalam sekam yang akan membuat arang di dalam menjadi abu.


model 2


tak ada kaleng kawat pun jadi, gulung kawat ayak pasir sehingga membentuk corong seperti ini dan beri kawat berbentuk L agar bisa berdiri kokoh




model 3


kaleng tak ada kawat juga tak ada dan tak ada yang bisa dibikin corong. jangan putus asa tumpuk sekam padi tidak terlalu tinggi gali tengahnya seperti orang mau mengaduk pasir dengan semen. jika tumpukan adonan semen di kasih air maka tumpukan sekam ini di kasih sabut kelapa yang sudah dibakar menyala seperti ini


ada juga model lainnya cuma saya lebih senang menampilkan yang sudah saya praktikkan, anda bisa mengintip kegiatan bakar sekam lainnya dengan model lain di google. dan silahkan ambil salah satu sesuai dengan kondisi daerah anda masing masing.

selamat mencoba semoga anda bahagia


Monday, January 11, 2016

STEK JERUK NIPIS DI WADAH HIDROPONIK


Teknik stek secara hidroponik sebenar sama saja seperti stek tanaman pada media lain seperti menggunakan media tanah, cocopeat, moss, pasir dan lain lain. yang membedakan adalah media yang digunakan yaitu menggunakan arang sekam yang dimasukkan dalam netpot hidroponik yang ditempatkan pada wadah budidaya tanman secara hidroponik.



netpot terbuat dari gelas air mineral bekas atau netpot yang dijual khusus untuk budidaya hidroponik yang memiliki lubang yang banyak sehingga air nutrisi tidak tergenang didalam netpot dan sirkulasi atau aliran air nutrisi dapat mengalir dengan lancar dimana kandungan oksigen dalam nutrisi sangat banyak sehingga hal ini membuat stek tidak mengalalmi kebusukan yang terus terusan terendam dalam larutan nutrisi. sebaliknya bahan stek sangat cepat berakar dan tingkat keberhasilan mencapai 99 %



selamat mencoba semoga sukses