Sunday, March 4, 2012

Mengenal Hand Sprayer


Mengenal Hand Sprayer (Pompa Penyemprot)
Pestisida yang dipakai dalam budidaya tanaman umumnya berbentuk cairan dan ada pula yang berbentuk tepung, digunakan untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakit tanaman. Untuk mengaplikasikannya pestisida cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer, sedangkan untuk pestisida berbentuk tepung digunakan alat yang disebut duster. Dalam penggunaannya sehari-hari petani sering menemukan masalah seperti teknik pemakaian, serta perbaikan dan pemeliharaannya. Hal seperti ini pada akhirnya akan menentukan tingkat efisisnsi dan efektivitas dalam penggunaannya.
Berdasarkan tenaga yang digunakannya alat penyemprot dibedakan menjadi: alat penyemprot dengan tenaga tangan (handsprayer), dan alat penyemprot dengan pompa tekanan tinggi.
Prinsip Kerja Handsprayer
Prinsip kerja alat penyemprot handsprayer adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan (hydraulic atomization), yakni cairan di dalam tangki dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut. Cairan dengan tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.
Spesifikasi Handsprayer
Secara umum spesifikasi alat penyemprot meliputi data teknis mengenai :
  • Volume tangki : 10 – 20 L
  • Kapasitas tangki : 8 – 16 L
  • Kekuatan tangki : 10 – 15 kg / cm2 ( 140 – 200 psi)
  • Bahan konstruksi : plat logam anti karat
Kelengkapan Alat Handsprayer
Kelengkapan alat yang diperlukan untuk mengoperasikan alat penyemprot ini antara lain:
  1. Masker, alat pelengkap untuk menutup mulut dan hidung agar kabut yang mengandung pestisida tidak masuk ke dalam pernapasan.
  2. Pakaian lengan panjang agar menutupi permukaan kulit bagian tangan, sarung tangan, serta kaca mata pelindung.
  3. Ember, gelas ukur, dan corong plastik untuk menakar , mencampur, dan menuangkan larutan pestisida yang diaplikasikan ke dalam tangki.
Bagian-bagian dari Handsprayer  dan Fungsinya
Berdasarkan prinsip kerjanya, maka alat penyemprot tipe gendong ini memiliki bagian utama yang terdiri :
  1. Tangki dari bahan plat tahan karat, untuk menampung cairan
  2. Unit pompa, yang terdiri dari silinder pompa, piston dari kulit
  3. Tangkai pompa, untuk memompa cairan
  4. Saluran penyemprot, terdiri dari kran, selang karet, katup serta pipa yang bagian ujungnya dilengkapi nosel
  5. Manometer, untuk mengukur tekanan udara di dalam tangki
  6. Sabuk penggendong
  7. Selang karet
  8. Piston pompa
  9. Katup pengatur aliran cairan keluar dari tangki
  10. Katup pengendali aliran cairan bertekanan yang ke luar dari selang karet
  11. Laras pipa penyalur aliran cairan bertekanan dari selang menuju ke nosel
  12. Nosel, untuk memecah cairan menjadi pertikel halus
Persyaratan Penggunaan Handsprayer
Persyaratan yang diperlukan dalam mengoperasikan handsprayer (alat penyemprot) ini antara lain :
Isi tangki dengan cairan pestisida dan sisakan kurang lebih 1/5 bagian ruangan tangki untuk udara. Setelah diisi cairan, tangki dipompa kurang lebih sebanyak 50 – 80 kali pemompaan. Untuk mengetahui intensitas tekanan udara di dalam tangki dapat diamati melalui manometer. Beberapa persyaratan lainnya adalah bahan konstruksi terbuat dari plat tahan karat, bagian konstruksi pompa mudah dilepas untuk dibersihkan, selang terbuat dari karet atau plastik, nosel dapat dilepas dan dapat diganti baiktipe maupun ukuran lubangnya. Persyaratan lain yang berkaitan efektivitas aplikasi pestisida dalam pengoperasian alat penyemprot adalah kondisi kecepatan angin tidak melebihi 10 km/jam.


No comments:

Post a Comment