Wednesday, November 2, 2011

bahaya rokok terhadap bangsa dan negara


merokok adalah sebuah budaya yg hidup dan berkembang di tengah tengah masyarakat dunia, khususnya di Indonesia. ada banyak alasan yg membuat seseorang untuk mengambil keputusan buat merokok, namun yg paling dominan adalah alasan mengisi waktu luang. diawali oleh coba coba merokok hanya sekedar untuk menyibukkan diri ketika tidak dalam keadaan sibuk untuk iseng iseng mengisi waktu luang dengan merokok. karena efek rokok yg membuat pengisapnya kecanduan nikotine membuat perokok ingin mengulangi lagi, lagi dan lagi. sehingga perokok benar benar kecanduan yg membuat dirinya berketergantungan dengan rokok. tidak nyaman rasanya jika tidak merokok. pada tahap yang lebih parah, tidak mampu berfikir, bekerja dan melakukan aktivitas sehari hari tanpa rokok di bibirnya. bahkan beberapa perokok mengungkapkan bahwa merasa tidak PeDe jika tidak ditemani rokok di dalam pergaulan sehari hari baik di kantor, tempat kerja, tempat umum dan di masyarakat. karena banyak orang yg merokok dari pada orang yg tidak merokok makanya jadilah rokok sebuah budaya dan tradisi. tidak lagi hanya sekedar pengisi waktu luang justru telah menjadi kebutuhan bahkan beberapa pecandu rokok menganggap rokok sebagai kebutuhan pokok selayaknya nasi.
jadi jangan heran jika anda berkunjung ke banyak tempat dan  ketika anda bertemu orang baik yg belum anda kenal maupun yg sudah akrab, seringkali mereka lebih sering menawarkan rokok sebagai basa basi keakraban daripada menawarkan makanan atau minuman. rokok mendapatkan tempat yg terhormat dan terpuji ditengah tengah masyarakat. tidak lengkap rasanya sebuah pertemuan, perjamuan dan apapun kegiatan dimana banyak orang berkumpul jika tidak tersedia rokok.
rokok menjadi trend alias gaya hidup modern, jadi merasa tidak gaul, tidak ngetren dan kolot jika memilih menjadi orang bebas rokok. banyak hal yg membuat tradisi merokok tidak bisa dihentikan salah satunya adalah, perusahaan pembuat rokok menampung pekerja yg sangat banyak sehingga jika pabrik rokok di bom oleh teroris maka akan menyebabkan banyak pengangguran. pajaknya yg besar kepada negara, menyerap produksi tembakau dari petani yg begitu banyak, mampu menekan jumlah penduduk (terbukti secara ilmiah dan meyakinkan bahwa rokok dapat menyebabkan kemandulan dan impotensi) bahkan terbukti 6 juta orang mati karena rokok setiap tahunnya  atau setiap menit 9 orang meningal akibat rokok

namun sayang kita ternyata kurang jeli dibalik keindahan rokok itu ternyata rokok adalah penyebab salah satu pemicu inflasi. bayangkan betapa besar biaya yg dikeluarkan oleh masyarakat untuk membeli rokok yg manfaat utamanya adalah menghasilkan asap polutan. jumlah perokok aktif di indonesia 65 juta orang, bayangkan jika sehari mereka menghabiskan sebungkus rokok dengan harga rata-rata 7000 maka bisa dengan mudah kita mengetahui bahwa Rp 455 milyar terbakar dalam sehari saja. anda bisa bayangkan berapa uang yg terbakar jika sebulan, setahun, lima tahun dan 65 tahun sejak indonesia merdeka.
mungkin kita tidak percaya dengan fakta diatas tapi inilah kenyataan real yg terus bergulir tanpa ada yg mampu menghentikan. disekolah katakanlah, bagaimana seorang guru melarang anak didiknya untuk tidak merokok sementara ketika dia sedang melarang anak merokok sang guru terhormat itu sedang mengisap rokok kesayangannya. ironis sekali.
wahai penduduk bumi, pernahkan anda menghitung berapa dahsyatnya polusi yg dikeluarkan oleh asap rokok? pernahkah anda membandingkan jumlah penduduk mati akibat rokok dengan jumlah pengangguran yg terjadi jika pabrik rokok ditutup? apakah semua kita sadar jika orang menganggur masih ada peluang mendapat pekerjaan dan melanjutkan hidup sementara yg sudah mati tidak akan pernah hidup lagi ke dunia kecuali kehidupan akhirat? pernahkah kita menghitung besarnya daya serap produksi petani tembakau sekaligus manfaat yg dirasakannya jika dibandingkan dengan besarnya kerugian masyarakat untuk membeli rokok? jika kita mampu dan mau memehami keadaan dan pertanyaan di atas mungkin kita dengan serentak dan secara lantang meneriakka sebuah kata "TUTUP PABRIK ROKOK" dan seandainya itu terjadi maka selamatlah masyarakat ini dari jeratan rokok yg sangat mengerikan ini dan amanlah dunia. selesailah segala permasalahannya. tuntas. cuma sayang kita masih sangat mencintai rokok sehingga tak sanggup berpisah dengannya walau nyawa taruhannya, walau harus menghabiskan harta. akhirnya kita berharap agar teroris tidak lagi mengebom gereja, hotel, mesjid, dan fasilitas umum yg tak berdosa. semoga mereka mencari sasaran lain.

mudah-mudahan tulisan ini mampu menggugah kita semua, terutama yg belum tersentuh rokok, anak anak kita tercinta 


No comments:

Post a Comment